•  
  • Selamat datang di Wellbeing WIKA
Selasa, 17 Juli 2012 - 14:29:44 WIB
Buang Kursi Kerja Anda
Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sosial - Dibaca: 1459 kali

Para dokter mengatakan duduk sepanjang hari dapat mengurangi jatah hidup Anda selama beberapa tahun. Saatnya bergabung dengan para pekerja yang selalu berdiri? (Oleh Drake Bennett).

Ayo bergabung, para pekerja kantoran di seluruh dunia! Anda tidak lagi rugi apa pun selain kursi kerja. Meski kursi anda terbuat dari kuli eksekutif yang lembut atau bahan rajut Aeron berteknologi tinggi, tetap saja kursi – kursi tersebut mematikan. Sejumlah penelitian medis terbaru menunjukan bahwa semakin besar waktu yang dihabiskan seseorang untuk duduk setiap hari, semakin besar pula kemungkinan orang tersebut menderita penyakit jantung, diabetes, obesitas, kanker, dan yang paling buruk adalah mati muda. Sebuah penelitian dari Pennington Biomedical Research Center di Baton Rouge, Lousiana mempelajari 17.000 orang Kanada selama 12 tahun. Hasilnya, mereka yang duduk hampir sepanjang hari punya kemungkinan 54% meninggal karena serangan jantung dibandingkan mereka yang sering berdiri. Penemuan ini mengemukakan diagnosis baru: “penyakit duduk”. Yang lebih mengejutkan lagi, bahkan dengan olahraga teratur dan pola makan sehat anda tidak akan terhindar dari penyakit ini.
    Sebagian besar orang Amerika Serikat memiliki pekerjaan yang mengharuskan mereka duduk berhadapan dengan meja kerja. Dari hari ke hari pembuluh nadi mereka mengeras dan perut melembek. Para peneliti mengatakan sebagian besar masalah ini bisa diatasi hanya dengan bangun dari kursi: berdiri dan melakukan peregangan setiap satu jam sekali atau berjalan – jalan di lorong untuk berbicara dengan seseorang daripada mengirim email. Kini semakin banyak pekerja kantoran bersikap lebih radikal – mereka sama sekali tidak menggunakan kursi. Mereka menggunakan standing desk.
    Standing desk bukanlah hal baru. Ernest Hemingway pernah menggunakannya. Begitu pula Vladimir Nabokov, Winston Churchill, Henry Clay, dan Leonardo da Vinci. Thomas Jefferson pernah merancang mejanya sendiri. Sebagai Menteri Pertahanan AS, Donald Rumsfeld menghabiskan hari-harinya menulis memo “kepingan salju”-nya yang khas diatas sebuah stand-up desl.”Saya berdiri selama 8 hingga 10 jam tiap harinya,” tulisnya di bagian bawah salah satu memo-nya. “ mengapa berdiri dibatasi hanya sampai 4 jam?”
    Kini, standing desk sudah menjadi hal umum, terutama di dunia teknologi. Standing desk juga terlihat di google, facebook, twiter, AOL, dan Asana, sebuah perusahaan yang diluncurkan oleh co-founder facebook. Pembuat perabotan kantor, steelcase, mengatakan angka penjualan standing buatan mereka meningkat empat kali lipat dibandingkan meja konvensional. Ergo Desktop, sebuah firma kecil yang membuat alat cantolan untuk mengubah meja biasa menjadi meja yang bisa dipakai sambil berdiri, mengungkapkan angka penjualan tahun ini hampir mencapai tiga kali lipat dibandingkan tahun lalu.
    Kelompok antiduduk saat bekerja berargumen bahwa gaya hidup modern – dengan makanan proses yang mudah dibuat, sepatu dengan bantalan busa, Barcalounger, dan kursi beroda – yang memanjakan badan telah merusak tubuh kita. Saat kita duduk, otot-otot berkontraksi, punggung menjadi kaku, dan metabolisme tubuh melambat. Seperti yang ditulis oleh James Levine, dokter spesialis endokrin di Mayo Clinic, “(Sejumlah) bukti menunjukan bahwa duduk terus-menerus sangat tidak sehat. Masalahnya, banyak orang dari Negara maju beranggapan menghabiskan banyak waktu untuk duduk sudah menjadi norma.”
    Jika duduk merupakan hal yang mematikan, maka berdiri sepanjang hari pun bisa berbahaya bagi tubuh. Berdiri memberikan lebih banyak tekanan pada jantung dan dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya penyempitan pembuluh darah (atherosclerosis) dan terkena varises. “Anda harus ingat, 100 tahun lalu sebagian besar pekerjaan dilakukan sambil berdiri sehingga kami pun mencoba membuat orang-orang bekerja sambil duduk. Hal ini dilakukan karena terdapat sejumlah masalah,” ujar Alan Hedge, pengajar desain dan ergonomi di cornell university.”Berdiri sepanjang hari sangat tidak sehat untuk anda.”
    Kalangan ahli ergonomi pun mempopulerkan “rotasi postur”: duduk sebentar, lalu diulang lagi. Michael Mullen adalah seorang perancang di Anthro yang berbasis di Oregon. Ia adalah pembuat Steve’s Station, sebuah standing desk yang bisa disesuaikan. (“Steve” adalah perancang lain di firma tersebut). Mullen membagi waktu kerjanya antara berdiri sambil menggambar sketsa di computer tablet dan duduk untuk membuat desain dengan bantuan computer di PC. Ia mengatakan banyak pekerja di perusahaan-perusahaan klien Anthro yang mengikuti rutinitas serupa: “Mereka berdiri di pagi hari, lalu duduk di sore hari. Atau mereka duduk satu hingga dua jam, kemudian berdiri untuk peregangan.”  Meja duduk-berdiri seperti Steve’s Station atau tipe yang lebih murah WorkFit dari Ergotron dibuat untuk variasi seperti ini. Di Denmark, perusahaan di haruskan oleh hokum menyediakan meja yang dapat disesuaikan untuk para pegawai mereka. Namun, menurut penelitian dari Hedge dan yang lainnya, meja duduk-berdiri itu bukanlah solusinya. Hedge melihat meja yang digunakan di intel. Saat hysteria meja baru ini berakhir, para penggunanya cenderung berhenti menyesuaikan meja. Mereka hanya duduk sepanjang waktu.
    Bagi para pekerja yang mengikuti program ketat rotasi postur tersebut, tapi kebetulan tidak bekerja di tempat yang dari sisi ergonomis sudah maju seperti google atau di Denmark, mereka harus menghadapi tantangan lainnya: meyakinkan perusahaan mereka untuk memasang perabotan baru tersebut. Salah satu strateginya dengan berkeliling kantor secara hati-hati, menghampiri orang-orang, dan berbicara tentang hak mereka secara hokum. Vanessa Friedman dikenal sebagai konsultan ergonomis untuk perusahaan menengah dan besar. Kebanyakan perusahaan yang meminta bantuannya untuk memasang standing desk, melakukan hal tersebut setelah pekerjaanya mengklaim biaya kompensasi. “Di California, klaim sakit punggung biasanya memakan biaya $60.000. Setelah itu, memasang meja seharga $1.500 tidak lagi terlihat mahal”, ujarnya ia menjelaskan bahwa jika penyakit karena terlalu banyak duduk semakin banyak didiagnosis, klaim yang diajukan akan semakin meningkat.
    Beberapa Perusahaan, termasuk Mutual of Omaha dan Blue Cross Blue Shield, sudah mengambil satu langkah lebih maju. Mereka memasang meja yang ada treadmill-nya sehingga pegawai mereka bisa bekerja sambil berjalan di tempat (secara perlahan, dengan kecepatan kurang dari 3,2 km per jam). Penggunaanya mengaku dengan kecepatan seperti itu, mereka yang bekerja sambil duduk dan berdiri tetap dalam keadaan sehat. Penulis A.J. Jacobs memasang satu unit di rumahnya sebagai bagian dari penelitian bukunya Drop Dead Healthy. Buku ini adalah sebuah eksplorasi tidak biasa mengenai penelitian kesehatan zaman sekarang. Ia masih menggunakan alat ini, menyeimbangkan laptopnya diatas dua foto album dan sebuah treadmill yang sebelumnya ia beli untuk berolahraga. “Saya orang yang optimis. Saya sedang mencobanya sekarang dan berusaha mencapai 8 km per hari,” ujarnya saat kami berbicara lewat telepon. “Energi berlebih saya disingkirkan dan saya pun tetap terjaga. Kini saat saya duduk dan mencoba untuk bekerja sambil duduk, saya malah tertidur.”


Sumber : Bloomberg Businessweek    
 



0 Komentar :

Untuk Komentar anda harus login melalui Facebook, Twitter atau PORTAL WIKA anda
Sign in with TwitterSign in with Portal